wisuda akbar tahfidz mataqu kampung quran mataqu
Foto wisudawan bersama para pimpinan pesantren MataQu dan Ir. H. M. Nur Sukma

Wisuda Tahfidz MataQu — Momen haru dan menggetarkan hati bagi siapa pun yang menyaksikan acara wisuda tahfidz kemarin. Ketika salah seorang wisudawan 30 juz mutqin, memeluk kedua orangtuanya, memberikan sebuah mahkota kepada sang ibu dan buket bunga pada ayah.

Seketika, ucapan syukur terlantun. Seluruh hadirin merasakan momen sakral ini pada Kamis (6/12) dalam acara Wisuda Akbar Santri 30 Juz Mutqin dan Perdana yang dilaksanakan oleh Pesantren Tahfidz Alquran MataQu bertempat di Gedung Serbaguna Yayasan Pendidikan Islam Wisma, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Pelajaran bagi kita. Orang di luar sana untuk mendapatkan mahkota dunia saja, mereka melakukan apa saja dan korbankan segala hal. Nah sudah semestinya, kita lebih berani berjuang dan korbankan banyak kesenangan untuk memperoleh mahkota abadi di surga kelak. Inilah pilihan cerdas,” tutur Ust. H. Abu Faruq, S.H sebagai ketua Yayasan Kampung Quran MataQu saat memberikan pesan pada para wisudawan.

Dalam sesi ini beliau berkisah, empat tahun lalu diusia yang tak lagi muda, dirinya belajar menghafalkan Alquran dengan putrinya sendiri, ustadzah di pesantren MataQu. Bisa dibayangkan, bagaimana beban psikologis yang mesti dilewati saat itu oleh Abu Faruq?

Menurutnya, perjuangan untuk menghafalkan Alquran tidaklah mudah, apalagi mereka yang berhasil hafal 30 juz mutqin. “Saya sudah rasakan tidak mudahnya perjuangan Ananda semua ini. Sekali lagi tidak mudah, untuk selesaikan hafalan perdana sekalipun, apalagi yang berhasil hafal 30 juz mutqin?”

BACA JUGA: Ternyata Membaca Alquran Juga Menyehatkan

wisuda akbar tahfidz mataqu kampung quran mataqu
Foto wisudawati bersama para pimpinan pesantren MataQu

Pesannya, kita bisa menghafalkan Alquran bukan semata-semata karena kemampuan dan kecerdasan, tapi semua itu karunia Allah. Jadi bagi siapa saja yang sangat menginginkanya, mintalah padaNya. Merengeklah pada Dzat Yang Maha Agung, mengibalah pada Rabb Yang Maha Pengasih.

Karena Allah suka dengan hamba yang sering meminta. Jangankan urusan sebesar ini, salafus shalih kisahkan, garam dapur dan tali sandal yang putus saja, mereka adukan ke Allah!

Wisuda akbar kali ini diikuti oleh 64 wisudawan. Terdiri atas, masing-masing 30 wisudawan dan wisudawati yang telah hafal Alquran 30 juz perdana. Sisanya hafal 30 juz mutqin: tiga orang wisudawan dan satu wisudawati.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni mulai dari Aceh, Riau, Bekasi, Jakarta, Bogor, hingga Balikpapan.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif Anugrah Merantau dari Banda Aceh untuk Jadi Penghafal Alquran

Sesi terakhir dalam acara ini ditutup dengan pembacaan ikrar dan doa yang dipimpin oleh Ust. As’ad Humam, Lc selaku Direktur Pondok Pesantren Tahfidz Alquran MataQu.

Semua pasang mata, tertuju pada panggung. Menyimak dengan khusyuk prosesinya. Dalam hati seolah-olah mereka berkata, “Semoga anak-anak ini nanti menjadi penghafal Alquran yang lurus di jalanNya, menjadi pemimpin negeri serta mati dalam keadaan Islam. Semoga Allah juga anugerahiku anak-anak yang penghafal Alquran. Aamiin.”

Memang, tiada yang lebih berharga di dunia dan akhirat selain anak-anak yang sholeh. Mereka akan menolong orangtuanya, dari siksa api neraka.

Peta lokasi Pesantren Tahfidz Alquran MataQu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here