“Dan mungkin dengan hafalan Alquran Khalila, bisa buat ummi abi bahagia. Dan menjadi salah satu asbab Khalila dan keluarga masuk surga,” kisah Nuruli Khalila asal Balikpapan, Kalimantan Timur, santri putri Pesantren Tahfidz Alquran MataQu menceritakan tentang motivasinya menghafal Alquran.

Dia mengatakan motivasi menghafal kalamNya tumbuh sejak kelas 4 SD (sekolah dasar). Menurutnya, menghafal Alquran itu mudah dan asyik.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 17: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Dalam video ini, Khalila juga berkisah pergulatan batinnya ketika sang abi meninggal dunia. Mulanya Khalila menyalahkan Allah, kenapa mengambil abi tercinta begitu cepat.

Dari permasalahan ini ia juga sempat terhenti sejenak untuk menghafal Alquran.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran ayat 185)

Alhamdulillah salah satunya lewat doa dan nasihat dari sang ibu serta dukungan teman-teman. Khalila melanjutkan hafalannya lagi.

Insyaa Allah dia akan selesaikan 20 putaran/30 juz perdana dalam waktu 3 bulan.

Selengkapnya, tonton kisah perjuangan Khalila bangun dari keterpurukan di video yang telah tersaji 🙂

Dan tonton kisah lainnya, penghafal Alquran asal Banda Aceh yang bercerita tentang mimpi dan kerinduan pada orangtua tercinta, klik di sini!

Yuk doakan Khalila dan generasi muda Islam di seluruh dunia mudah untuk menjadi penghafal Alquran ya!

Ingin anak Anda menjadi penghafal Alquran juga? Masukkan saja ke Pesantren Tahfidz Alquran MataQu di Puncak Bogor.

Peta lokasi Pesantren Tahfidz Alquran MataQu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here